Apa Saja Bahan-bahan untuk Membuat Kultur Jaringan?

FOTO : Kultur Jaringan di dalam Botol

sumber : Pinterest

CURIKAMU.COM – Untuk membuat perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan, kita perlu memahami apa saja bahan-bahan yang diperlukan. Kultur jaringan mungkin bukan hal yang awam didengar oleh masyarakat. Namun, jika dilihat dari tujuannya, kultur jaringan mungkin sudah banyak dilakukan pembudi daya tanaman dalam usaha memperbanyak bibit secara tradisional. Secara keilmuan kultur jaringan lebih baik dalam hal kualitas bila dibandingan dengan cara tradisional. Kualitas yang lebih baik terlihat dari ketahanan tanaman terhadap hama, sifat yang mirip dengan induknya, serta waktu pelaksanaannya yang tidak bergantung pada musim. Bila dilihat dari kelebihannya ini maka kultur jaringan mempunyai manfaat yang sangat baik

Bahan-bahan Kultur Jaringan

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Kultur Jaringan, antara lain:

1

Bahan Media Kultur

Contohnya seperti unsur hara, baik makro maupun mikro, hormon, vitamin, senyawa organik kompleks seperti air kelapa, pisang ambon, gula, dan agar.

2

Bahan Sterilisasi

Contohnya alkohol 70%, HgCl2, Clorox, dan formalin.

3

Air Akuades

Air akuades diperlukan sebagai cairan untuk melarutkan media kultur. Akan tetapi, air akuades ini tidak mutlak harus ada karena dapat digantikan dengan air mineral/galon yang biasa kita minum. Air mineral ini kemudian dipakai untuk membuat media kultur dengan cara dimasak dan diaduk di atas hot plate stirer atau dengan menggunakan kompor biasa.

4

Air Steril

Air steril adalah air mineral atau air akudes yang dimasukkan ke dalam botol kultur dan disterilkan dalam autoklaf selama 1 jam. Air steril ini digunakan untuk membilas eksplan pada saat proses sterilisasi eksplan di dalam laminar/enkas. Hal ini dimaksudkan agar tidak terdapat sisa-sisa bahan steril yang masih menempel pada eksplan karena dapat menghambat pertumbuhan eksplan.

5

Aluminium Foil

Aluminium foil digunakan untuk menutup botol kultur, alternatif lain yang lebih murah adalah dengan menggunakan plastik yang tahan panas dan diikat dengan karet kualitas satu/terbaik. Penggantian aluminium dengan plastik tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan kultur bahkan memberikan pengaruh yang positif karena botol kultur bagian atas menjadi lebih tembus pandang sehingga sinar dapat masuk ke dalam botol kultur dengan lebih baik sehingga pertumbuhan akan lebih optimal. 

6

Karet

Karet yang digunakan adalah karet dengan kualitas nomor satu. Apabila disterilkan dalam autoklaf, karet ini tidak mudah putus dan tetap elastis walaupun sudah diautoklaf. Fungsi utama dari karet adalah untuk mengikat tutup botol yang menggunakan plastik. Karet ini setelah 1–6 bulan harus dikontrol karena akan menjadi kendur, sehingga perlu ditambahkan lagi untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

7

Plastik Gulung

Plastik gulung ini digunakan sebagai pengganti tutup botol, terutama untuk botol yang permukaannya kecil. Plastik gulung yang digunakan juga harus tahan saat disterilkan di dalam autoklaf.

Referensi

Sandra, Edhi. 2013. Cara Mudah Memahami dan Menguasai Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga. IPB Press. Bogor

Bagikan artikel

Baca Artikel Lainnya :

Tokoh Penemu Komputer

Baca Artikel Lainnya :

Peluang Bisnis Ikan Gurami

Baca Artikel Lainnya :

Mengenal Hewan Sugar Glider

Baca Artikel Lainnya :

Memahami Siklus Hidup Udang

Scroll to Top