Cara Pemijahan Udang Hias
FOTO : Udang Hias Red Cherry Shrimp
sumber : ikanpedia.com
CURIKAMU.COM – Pemijahan merupakan faktor penting dalam kegiatan budi daya. Melalui proses inilah kita dapat menghasilkan benih udang yang unggul dan berkualitas. Pemijahan udang biasanya dilakukan pada sore hari. Setelah betina dewasa mengalami proses molting, mereka siap untuk berkembang biak. Mengutip dari buku Bisnis Budidaya Udang Hias di Rumah Sendiri, pengaruh molting pada indukan betina sangat berperan penting sebagai pembentuk hormon. Sebelum proses pemijahan dilakukan kita wajib melakukan beberapa tahapan guna mempercepat proses pemijahan itu sendiri. Tahapan prosesnya, yaitu.
1
Pemilihan Indukan
Pemilihan indukan wajib hukumnya untuk mendapatkan benih yang unggul. Untuk memperoleh induk yang berkualitas, tahap pemilihan induk harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Pemilihan ini sudah wajib dilakukan sejak telur menetas. Adapun ciri-ciri induk udang yang baik adalah memiliki warna yang cerah dan mencolok untuk jantan dan betinanya. Selain itu, induk yang dipilih harus memiliki ukuran 2–3 kali lebih besar daripada ukuran rata-rata udang umumnya.
2
Aklimatisasi
Kita wajib melakukan aklimatisasi untuk menyesuaikan kondisi perairan agar udang tidak stres pada saat penebaran. Penyesuaian diri bagi udang terhadap iklim yang berbeda dengan asalnya (aklimatisasi) dapat dilakukan dengan cara menempatkan plastik wadah udang indukan ke dalam tempat budi daya. Proses penyesuaian suhu air ini kurang lebih 1 jam dimulai pada saat plastik ditempatkan pada tempat budi daya.
Artikel Terkait :
3
Penebaran
Dilakukan proses penebaran indukan dengan menyebar indukan secara merata di tempat budi daya. Penebaran ini dilakukan dengan cara membuka kantong plastik wadah dari udang kemudian air dari tempat budi daya dan plastik disatukan. Jika sudah menyatu, biarkan udang tersebut berenang sendiri ke tempat budi daya. Proses ini biasanya tidak memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 15 menit. Setelah udang berada di tempat budi daya, maka mereka akan mencari tempat untuk bersembunyi sebagai tempat untuk bertelurnya kelak.
4
Pemijahan
Proses pemijahan diawali dengan pendekatan antara indukan betina dan indukan jantan. Indukan jantan akan menggerak-gerakkan tubuhnya untuk menarik pesona udang betina. Kemudian indukan jantan menyemprotkan hormon pada indukan betina di kaki jalan betina. Hormon-hormon tersebut kemudian masuk ke dalam kaki jalan betina dan terjadilah pembuahan pada tubuh indukan betina. Pembuahan terjadi selama 1 hari setelah proses pemijahan berlangsung.
Buku Terkait :
Selama masa pembuahan biasanya indukan betina akan bersifat agresif bila dibandingkan dengan sebelum masa pembuahan. Mereka menjadi sangat lapar akibat adanya proses pembentukan telur di dalam kaki jalannya.
Mengutip dari buku Bisnis Budidaya Udang Hias di Rumah Sendiri, bahwa pembentukan telur ini biasanya terlihat jelas dari hari ke hari. Dalam kaki jalan indukan betina, telur-telur tersebut dibuahi.
Jumlah telur pada kaki jalan betina biasanya kurang lebih 50 hingga 100 ekor. Berat telur tersebut yang menyebabkan indukan betina menjadi terkuras tenaganya sehingga pada saat pembuahan wajib diberi pakan yang lebih banyak.
Artikel Terkait :
Selain itu, buku ini mengulas bahwa pada saat betina membuahi mereka biasanya mempunyai daerah teritori sendiri untuk menempatkan telurnya pada benda-benda seperti kayu, batu, dan tanaman air.
Proses membuahi di dalam kaki jalan betina kurang lebih 15 hari. Setelah itu mereka akan menempatkan telurnya pada benda-benda yang telah dijelaskan sebelumnya. Telur akan menetas dengan sendirinya dan menjadi larva yang sangat kecil dan jarang terlihat oleh mata telanjang karena ukurannya kurang lebih 1 mm.
Referensi
Pratama G. & Suwandi R. 2013. Bisnis Budidaya Udang Hias di Rumah Sendiri. IPB Press. Bogor
Bagikan artikel
Baca Artikel Lainnya :
Apa itu Kultur Jaringan?
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :