Membangun Laboratorium Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga
FOTO : Ilustrasi Kultur Jaringan
sumber : paktanidigital.com
CURIKAMU.COM – Sebelum melakukan teknik kultur jaringan, kita memerlukan sebuah laboratorium untuk mengakomodasi semua kegiatan kultur jaringan. Laboratorium kultur jaringan dapat diadakan dengan biaya yang relatif lebih murah dengan melakukan efisiensi-efisiensi yang diperlukan. Bahkan sebuah laboratorium kultur jaringan dapat dibuat di dalam rumah dan setiap kegiatan kultur jaringan dapat dilakukan di sela-sela waktu senggang. Tak hanya itu, keterampilan kultur jaringan yang kita miliki dapat kita ajarkan kepada anggota keluarga yang lain sehingga menjadi keterampilan keluarga dan dapat dijadikan usaha berbasis home industry.
Ruangan Laboratorium
Ruangan ini terbagi atas ruang dapur, ruang persiapan, ruang inkubasi, dan ruang inokulasi (penanaman). Berikut penjabarannya.
1
Ruang Dapur
Ruang dapur ini tidak perlu steril tetapi akan lebih baik apabila debu dari luar rumah tidak terlalu bebas masuk ke dalam ruangan. Fungsi ruang dapur terutama untuk melakukan kegiatan sterilisasi alat dan bahan media dengan menggunakan autoclave. Dalam dapur juga diadakan tempat untuk mencuci peralatan laboratorium yang kotor setelah dipakai seperti botol-botol, peralatan gelas, dan lain-lain. Apabila kita membangun laboratorium di rumah, fungsi ruang dapur ini dapat disatukan dengan fungsi dapur di rumah seperti biasanya. Hal terpenting adalah sabun pencuci sebaiknya dibedakan, yang mana untuk keperluan laboratorium dan untuk keperluan rumah tangga.
2
Ruang Persiapan
Fungsi ruang persiapan adalah sebagai tempat penyimpanan peralatan gelas dan alat-alat laboratorium lainnya, tempat penyimpanan bahan-bahan kimia dan bahan lainnya seperti alkohol, air aquades, spirtus, dan lain-lain. Kulkas khusus untuk menyimpan larutan stok dan hormon diletakkan di ruang persiapan ini. Pada ruang inilah kegiatan penimbangan, pengukuran, persiapan pembuatan ramuan komposisi unsur hara dan hormon, pembuatan larutan stok, pembuatan media dan pembuatan media organik, serta pengukuran pH dilakukan. Untuk itu, perlu disediakan meja yang cukup lebar agar kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik.
3
Ruang Inkubasi
Ruang inkubasi sebaiknya steril atau minimal bersih dari debu-debu dan diusahakan tidak ada debu yang keluar masuk. Persyaratan ruang inkubasi yang terpenting adalah kemampuan menyediakan kondisi lingkungan yang sesuai untuk inkubasi (penyimpanan) kultur yaitu suhu kamar 28 C, akan lebih baik bila suhu berada pada angka 25 C. Sinar yang dipakai kira-kira sama dengan sinar yang diperlukan untuk persemaian yaitu 40%. Bila Anda mampu mengadakan rak-rak dengan lampu neon 40 watt sebanyak 2 buah dengan ketinggian 40 cm dari kultur, itu akan lebih baik. Bila tidak dapat mem- buat ruang inkubasi, bisa di beranda rumah atau di halaman rumah dengan lingkungan yang dikondisikan seperti yang diperlukan. Sepanjang botol tertutup rapat, botol kultur tidak akan terkontaminasi, dan pada waktu akan melakukan sub- kultur (pemindahan kultur dari botol ke botol), permukaan luar botol perlu disterilisasi dengan baik dengan menyemprotkan alkohol atau klorin.
4
Ruang Inokulasi
Dalam ruangan inokulasi (penanaman), terdapat laminar air flow cabinet (LAF) atau enkas tempat melakukan sterilisasi eksplan dan penanaman eksplan ke dalam botol. Ruang ini harus steril atau diusahakan steril terutama pada waktu menanam dengan menggunakan LAF. Apabila di rumah tidak mampu mengadakan ruang khusus yang steril, laminar atau enkas diletakkan di ruangan yang agak tertutup misalnya di gudang, atau di ruang belajar, atau bahkan di kamar, yang penting tidak terlalu terbuka, sehingga angin tidak bebas keluar masuk melalui ruangan tersebut. Laminar atau enkas diletakkan dengan sisi muka membelakangi pintu, jangan menghadap pintu atau jendela. Dengan begitu angin tidak langsung masuk ke arah laminar atau enkas. Sebenarnya yang terpenting adalah ruang di dalam laminar atau enkas-lah yang harus benar-benar steril.
Artikel Terkait :
Artikel Terkait :
Efisiensi Ruangan
Ruangan dapat digabungkan berdasarkan prinsip tingkat kesterilan dan fungsinya. Ruang dapur dapat digabung dengan ruang persiapan bila kondisi dapurnya bersih. Ruang inokulasi dapat digabung dengan ruang Inkubasi. Bahkan, kita bisa menjalankan kegiatan kultur jaringan dengan satu ruangan, di mana ruangan tersebut digunakan untuk ruangan inokulasi dan inkubasi, sedangkan ruangan dapur dan ruangan persiapan bergabung dengan dapur rumah, atau hanya dapur saja yang bergabung, sedangkan ruangan persiapan, ruangan inokulasi, dan ruangan inkubasi terpisah dalam satu ruangan.
Referensi
Sandra, Edhi. 2013. Cara Mudah Memahami dan Menguasai Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga. IPB Press. Bogor
Bagikan artikel
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :
Baca Artikel Lainnya :